top of page

TENDA BUKU

  • Writer: tenda buku
    tenda buku
  • Mar 29, 2020
  • 1 min read

Oleh Doa Bumi


Sela minggu pagi, rentetan buku berjajaran dipinggir jalan. Jendela dunia berarak mengundang kerumunan manusia. Jiwa kecil sampai yang ringkih pun turut serta. Menggelar pendidikan yang cuma cuma.

Berboyong sumbangan dikit demi sedikit, rakrak buku tertumpuk dari mulai trotoar sampai lapak dagang supermarket ilegal. Sekelutik dari kami. Bersemangat seperti mengusap-usap buku cipratan air hujan. Besar harapan tidak ada yang membodoh dan dibodohi lagi. Terutama praktik Indonesia ekonomi pancasila bukan kapitalism-liberalism.

Pengetahuan dan hikmat berasal dari Tuhan, nilainya sangat berharga. Apalagi jelas bukan rupiah mata uangnya.

Hanya tiga syarat gambaran manusia; Iman, sikap dan apa yang ia baca



Recent Posts

See All
Ketentuan Tuhan

Oleh Kurnia Fatmawel Hari demi hari telah kulalui Namun hanya sepi yang ku temui Akankah ada tawa yang menemani Aku tak percaya dengan...

 
 
 
CERITA HARI INI

Oleh Frido yoga Sudahlah kita hapus saja cita-cita kita. Pendidikan kita rendah Upah kerja kita murah Tanah yang digarap tak ada Biaya...

 
 
 

Comments


© 2020 by Tenda Buku created with Wix.com

bottom of page